Jumat, 08 Desember 2017

DONGENG

Jangan Kau coba hidupkan dongeng orang lain, jika Kau saja masih belum mampu menulis dongengmu sendiri –fa. Jakarta/08/12/17

Senin, 20 November 2017

JAUH

Aku jatuh
Perasaan tlah terbuang jauh sia-sia
Tanpa kau sadari
Seperti tetesan hujan
Begitu saja jatuh, tanpa tau kemana arahnya
Aku tersungkur
Jauh dari dirimu –fa.
Jakarta/20/11/17

Selasa, 14 November 2017

Sabtu, 11 November 2017

SAYU

Saya menangis tepat di batu nisan itu
Menceritakan segalanya yang menumpuk dalam hati dan pikiran
Saya curahkan semua kesedihan
Tanpa tau didengar atau tidak
Hanya diemani seekor kucing, tanpa siapapun
Sepi, tersedu sendirian
Namun perasaan tenang setelahnya –fa.
Jakarta/11/11/17

Minggu, 22 Oktober 2017

TUNGGU

Waktu memang selalu punya cara sendiri untuk menemukan
Namun, Tuhan juga memperhitungkan setiap usahanya
Percayalah jika Ia baik bagimu, maka didatangkanlah
Namun jika tidak, maka akan digantikan dengan yang lebih sempurna –fa.
Jakarta/22/10/17

Jumat, 20 Oktober 2017

BENAR RINDU

Dicambuk sepi,
Diterkam keheningan
Rindu yang tak tersampaikan
Terus saja seperti itu
Yang sabar naluri –fa.
Jakarta/20/10/17

Senin, 16 Oktober 2017

BIARKAN HILANG

Kalau rasamu kini telah mati
Biar saja kubur hingga dalam
Aku akan merindumu lagi, tapi nanti..
Bukan untuk saat ini
Atau mungkin rinduku juga akan hilang
Biar ku lepas rasaku
Menanti ada saatnya
Karena begitu dalam cinta
Sampai tak kuat ku memupuk
Biar selangkah menghilang
Barangkali rasa itu akan hilang juga –fa.
Jakarta/16/10/17

Rabu, 11 Oktober 2017

ABAIKAN HATI

Kita terlalu banyak bicara
Menyanggupi tiap-tiap pesan agar terbalas
Tapi tak pernah terpikirkan tuk melihat suasana hati
Begitulah seterusnya
Hanya tetap menyanggupi tiap pesan saja
Bukan melainkan perasaan –fa.
Jakarta/11/10/17

Sabtu, 07 Oktober 2017

BENAR SUNYI

Lentera-lentera itu kian meredup
Mancari-cari kunang tuk menggantikannya
Bulan benderang kala itu
Tapi kabut tega menutupinya
Mencari-cari lilin nan utuh
Tetap tak ditemukan
Malam gelap, sunyi, tak berteman pun
Seperti terbuang sendirian –fa.
Jakarta/07/10/17

Jumat, 06 Oktober 2017

KAU DIMANA?

Pelabuhanku telah ramai
Berlalu lalang orang asing itu
Bercerita sekitarannya
Apa dayaku
Merenungi satu kapal yang belum kembali pulang
Nestapa kian menerpa
Aku di sini,
Selalu
aku di sini,
Bersama perasaan itu
Sayangku, jangan Kau khawatir
Aku di sini,
Menanti tiap-tiap perjumpaan
Walau entah kapan Kau akan datang –fa.
Jakarta/06/10/17

TAK LAGI MOMEN DENGANMU

Momen memang dicari
Dinikmati seperlunya demi kebahagiaan
Lantas, bagaimana jika yang dicari telah pergi?
Masihkah pantas mengejar?
Masihkan waktu sudi tuk megembalikan?
Tersadar dalam tiap-tiap detakan itu
Mengguncang perasaan
Menitihkan rindu-rindu
Tapi kita tak lebih untuk itu
Hanya seorang insan yang perasa
Momen memang dicari
Tapi jangan lagi jika tak perlu
Apalagi diulang bersamamu –fa.
Jakarta/06/10/17

SAYA PENDUSTA

Maaf, Saya pendusta yang handal
Dusta dalam cinta
Dusta dalam diri
Dusta dalam kalbu
Maaf, Saya pendusta yang handal
Tidak bersua padamu lebih
Hanya saja, Saya ingin simpan rahasia
Sampai dusta lebur dengan kejujurannya –fa.
Jakarta/06/10/17

ANGKASA

Purnama menemaniku
Tanpa disadari oleh naluri
Selalu setia ku dambakannya
Walau ia tak datang setiap hari
Bahagiaku telah tercipta
Terukir pula bintang-bintang di sampingnya
Galaksi seindah ini Tuhan
Jangan diguncang lagi
Cukup perasaanku saja –fa.
Jakarta/06/10/17

Minggu, 01 Oktober 2017

MIMPI

Nyatanya mimpi tak seindah yang dibayangkan
Khayalan tetap khayalan
Lalu, kapan nyata akan bersua?
Datang temani Aku untuk tepati janjinya
Aku hanyalah Aku
Manusia yang tak lain: lugu
Hanya mencintai setiap detik-detik bersamamu
Aku hanyalah Aku
Manusia yang mencintai tiap-tiap sepi
Berimajinasi di setiap mimpi –fa.
Jakarta/01/10/17

Rabu, 20 September 2017

SENGSARA

Ntah kutukan darimana menerpa tiap-tiap hidup seseorang
Lantas apakah benar karma itu memang berperan?
Sementara lembaran masih banyak
Sanggup yang disanggup-sanggupi
Walau berat sepi menanti
Hidup terus dijalani
Percayakan keajaiban itu ada
Mesti tak tahu ia nyata atau tidak –fa.
Jakarta/20/09/17

Sabtu, 09 September 2017

SEBENTAR

Istirahatlah sebentar
Walaupun tempat singgah itu terasa panas
Melamunlah sebentar
Walaupun lamunanmu hal yang tidak mungkin
Tersenyumlah sebentar
Walaupun sebenarnya Kau sedang kecewa –fa.
Jakarta/09/09/17

Sabtu, 29 Juli 2017

MUNGKIN TAK SELAMANYA DENGAN,MU

Sampai kapan Kita akhirnya mengerti
Bahwa menjaga bukan  selalu menjadi hal yang diinginkan
Bahwa menghakimi diri atas suatu cinta juga tak bisa dilakukan
Menanti agar tak ada batasan
Namun waktu tak secepat itu
Menunggu adalah hal yang paling rumit diantara langkah lainnya
Doaku akan bersamamu, selalu
Tapi mungkin untuk raga, Aku tidak bisa –fa.
Jakarta/29/07/17

Kamis, 20 Juli 2017

TAKDIR MENCINTA

Bila disebut sebagai mimpi, dia memang mimpiku
Bila disebut sebagai ingin, dia memang inginku
Namun bila disebut sebagai takdir, dia belum tentu takdirku
Iya.. seperti itu mencinta
Mimpi setingginya
Mengingin selamanya
Tapi takdir bukan pilihannya –fa.
Purworejo/20/07/17

Rabu, 12 Juli 2017

DATANG-PERGI

Ya Tuhan
Begitu dalam cinta
Begitu besar rasa
Namun tiada berarti
Laksana embun ada setiap pagi
Namun terbias oleh sinar matahari
Mengering, sepenuhnya ia menghilang
Lalu datang lagi –fa.
Jakarta/17/07/17

Selasa, 13 Juni 2017

ANTAR

Antarkan Aku ke masa lalu
Agar Aku bias melihatmu setiap hari
Antarkan Aku bersamamu
Agar Aku tahu cara mencinta
Antarkan Aku pada kenangan itu
Agar Aku bias mengabadikan momen bersamamu
Antarkan Aku juga ke perdamaian
Bersama dengan doa-doamu –fa.
Jakarta/13/06/18

Senin, 12 Juni 2017

AKAN

Karena yang terbaik belum tentu yang terbaik untuk kita ke depannya. Aku akan lupa semua tentang dulu, karena Aku akan mengingat tentang nanti, walau tak bersamamu –fa. Jakarta/12/06/17

MENYERAH

Kau seperti air yang mengalir begitu saja
Kau seperti asap yang hadir hanya menyesakkan
Kau seperti senja yang datang tiba-tiba dan meninggalkan secara diam-diam
Seperti itu,
Hanya seperti itu,
Aku bukan laksana embun pagi
Aku juga bukan karang yang siap diterkam ujung kapal
Karena aku tak sekuat itu
Mesti batin harus bersabar
Namun apadaya?
Hati juga memiliki titik jenuh
Ia pantas beristirahat sejenak
Segera melupakan masa-masa mencintaimu –fa.
Jakarta/12/06/17

BANTU AKU MELUPA

Lenyapkanlah semua mengenai perasaan, harapan, dan semua yang menyangkut dirimu
Berharap waktu akan membelaku selalu
Binasalah semua kecuali kenangan
Jangan terlena jika waktu mempertemukanmu kembali dengannya
Relakanlah kepergian bersamanya
Jalan hidup kita pilih sendiri
Sebelum sesal itu datang menyertai
Namun momen tidak bisa terulang kembali
Binasalah semua tentangmu
Beri jalan terang untuk melupakanmu –fa.
Jakarta/12/06/17

DIRIKU-DIRIMU

Aku tahu keresahanmu
Ingin ikut memecahkan itu, masalahmu
Jika mampu, Saya mau
Bersama bermimpi
Bersama mencari
Bersama berbagi
Kesenanganmu, kesenanganku
Kesedihanmu, kesedihanku
Bicaralah.. –fa.
Jakarta/12/06/17

Sabtu, 10 Juni 2017

RINDU

Kembali ku mengungkit Dia dalam kenangan masa itu
Aku kalah dengan malam ini
Niscaya ingin melupakan, namun sulit
Kembali lagi ku ungkit Dia bersama malam ini
Foto satu tahun lalu,
Foto dua tahun lalu
Masih belum bias dilupa
Apakah Kau mengingatku juga?
Sama dengan kenangan foto yang lalu-lalu itu?
Malam ini imajinasi setinggi langit
Dicambuk rindu sampai tak terasa sakitnya –fa.
Jakarta/10/06/17

Rabu, 07 Juni 2017

COBA

Berbicaralah pada angan yang tak henti bermimpi
Sampai lelah yang tiada batasnya
Ia mampu bertahan
Walau kadang impian itu sejenak mematikan jiwanya –fa.
Jakarta/12/06/17

Rabu, 31 Mei 2017

MASIH SAMA

Nyatanya Aku masih mencintai senja yang datang secara diam-diam –fa. Jakarta/31/05/17

HARAP

Sayangnya Kamu terlalu sulit tuk Aku gapai
Rasanya ingin, tapi tak mungkin
Biarlah semesta yang meng-amini setiap inginku
Barangkali Tuhan meng-iyakan –fa.
Jakarta/31/05/17

Selasa, 09 Mei 2017

JANGAN DATANG LAGI

Jangan pernah kembali lagi
Untuk sekarang, nanti, ataupun di masa depan
Nuraniku tak kuat menahan tangis
Pergilah sejauh mungkin,
Agar memoriku juga meghilang perlahan
Aku jenuh bertemu denganmu
Hanya mengiris batin
Aku mohon jangan datang lagi.. –fa.
Jakarta/09/05/17

BANTU IA MENGHILANG

Angin, binasakanlah perasaanku tentangnya
Angin, tolong bawa pergi rasa itu
Angin, hempas semuanya dari kalbu
Saya mohon…
Kisah ii terlalu berat
Cukup Saya yang mengalami, jangan yang lain
Cukup Saya, Saya mohon…
Tidakkah Tuhan sudi membantu?
Tidakkah Tuhan sudi membantu?
Bantu lupakan semua kenangan bersamanya –fa.
Jakarta/09/05/17

BAWA KEMBALI

Semesta yang indah
Lelah hati terasa pilu
Luka hati tak beralasan
Langit yang biru
Rasanya Aku tak sanggup meninggalkan rasa ini
Gelombang yang datang, Aku titipkan segala perasaanku
Bawa saja hingga hilang
Biar semua terkubur dalam lautmu
Aku ingin kembali seperti semula
Tanpa hati yang seperti ini
Hati yang rapuh –fa.
Jakarta/09/05/17

Senin, 08 Mei 2017

DIA DATANG LAGI

Malam yang indah ditemai gemerlap lampu warna-warni
Aku di sini duduk bersama rekan
Piring putih di hadapanku masih tersisa makanan
Menikmati syair-syair lantunan lagu
Berganti perlahan lagu-lagu itu
Ku tatap sekeliling nan ramai
Sesekali Aku minum segelas teh panas
Sesekali Aku lahap lagi makanan di piring putih itu
Namun seketika Aku berhenti
Saat suara itu hadir kembali setelah berbulan-bulan lalu
Selamat malam Engkau, apa kabar? –fa.
Jakarta/08/05/17

DUSTAI DIRI

Ada rasa yang tak bias diungkapkan
Ada logika yang tak bias dipikirkan
Ada sikap yang tak bias diperlihatkan
Sebegitunya cinta merampas diriku
Sampai hati rela mendustai raga
Sebegitunya cinta tega denganku
Sampai Akupun menjadi dusta pada diriku sendiri –fa.
Jakarta/08/05/17

Senin, 09 Januari 2017

BOROBUDUR

Kelak kelam itu akan berubah terang, seandainya bisu itu bias bicara. Tatkala dunia akan mengetahui seluruhnya kisah diantara seisi alam. Seperti Syailendra yang mengukir cerita pada masa itu. Namun, untuk kita yang tak tahu pasti, hanya menjadi penikmat bisu kala ini –fa. Yogyakarta-Jakarta/09/01/17

ABADI

Biar ia menghilang diantara laksana embun pagi yang berkabut Barangkali kepergiannya adalah kemuliaan paling tenang Barangkali juga memang...