Kau seperti asap
yang hadir hanya menyesakkan
Kau seperti senja
yang datang tiba-tiba dan meninggalkan secara diam-diam
Seperti itu,
Hanya seperti
itu,
Aku bukan laksana
embun pagi
Aku juga bukan
karang yang siap diterkam ujung kapal
Karena aku tak
sekuat itu
Mesti batin harus
bersabar
Namun apadaya?
Hati juga
memiliki titik jenuh
Ia pantas
beristirahat sejenak
Segera melupakan
masa-masa mencintaimu –fa.
Jakarta/12/06/17
Tidak ada komentar:
Posting Komentar