Minggu, 01 Oktober 2017

MIMPI

Nyatanya mimpi tak seindah yang dibayangkan
Khayalan tetap khayalan
Lalu, kapan nyata akan bersua?
Datang temani Aku untuk tepati janjinya
Aku hanyalah Aku
Manusia yang tak lain: lugu
Hanya mencintai setiap detik-detik bersamamu
Aku hanyalah Aku
Manusia yang mencintai tiap-tiap sepi
Berimajinasi di setiap mimpi –fa.
Jakarta/01/10/17

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

ABADI

Biar ia menghilang diantara laksana embun pagi yang berkabut Barangkali kepergiannya adalah kemuliaan paling tenang Barangkali juga memang...