Sabtu, 29 Oktober 2016
MENTARI
Aku bukan pelangi
yang datang sehabis hujan. Bukan pula bintang yang bersinar kala malam. Namun,
Aku adalah mentari yang tiap hari datang menemui sang langit, memberi cahaya
walau sesaat. Tetapi harus menghilang kala langit membutuhkan bulan –fa.
Jakarta/29/10/16
Minggu, 23 Oktober 2016
CEMBURU
Sudah ku lalui
jutaan detik
Sudah ku lalui
ratusan purnama
Sudah ku lalui
juga tiap lembaran hari
Perasaan yang mengancam
Jiwa yang tenang
terkadang gelisah
Kalbuku kian
menipis
Lemah jika
dibayangkan
Kini duniaku
seperti tak hidup
Aku hanya tahu
diri
Memandangmu sudah
cukup
Bahagiamu lebih
penting
Aku mudur
perlahan
Sanggupku sudah
berujung
Cemburu ini
menyiksa –fa.
Jakarta/23/10/16
Rabu, 19 Oktober 2016
JANGAN DIPAKSAKAN
Biar kebebasan
itu menyertaimu, sambil kutitipkan hatiku bersamamu. Kalau tidak bisa, biar
saja Kau lepas. Asal jangan Kau genggam tetepi malah Kau hancurkan. Perasaan
bukan untuk main-main, melainkan makna dari sebuah hidup –fa. Jakarta/19/10/16
Minggu, 16 Oktober 2016
RELAKAN
Jika kita memang
tak bersenandung
Saya relakan
sebuah kepergian
Jika kita tak
layak bersama
Saya rela
berjalan tanpa Kau
Mentari esok kan
datang
Biar Saya cari
saja bahagia
Sayang tak perlu
beralasan
Yang beralasan
tentu akan hilang
Saya tunggu Kau
bahagia
Walau kita tidak
bersama –fa.
Jakarta/16/10/16
Jumat, 14 Oktober 2016
TAK INGIN BERUBAH
Aku diam bukan
berarti Aku lemah
Aku biasa saja
bukan berarti tak memperhatikanmu
Kau tahu mengapa?
Karena Aku sadar,
Aku bukan siapamu
Kau tahu mengapa?
Karena kita hanya
berbatas sebagai teman
Kau tahu mengapa?
Karena itu Aku
takut
Takut akan
hilangnya dirimu
Kau tahu mengapa?
Karena Aku tak
ingin, rasa itu akan berubah sesaat
Hanya karena mu
mengetahuinya
Cukup Aku, jangan
orang lain
Biar saja rasaku
hilang dengan sendirinya –fa.
Jakarta/14/10/16
Selasa, 11 Oktober 2016
CINTA DALAM DIAM
Aku tak mampu
berkata, bagaimana bisa menjelaskan
Kalau saja Aku
akan mengetahuinya sendiri
Bukan maksud
untuk membohongi diri
Tapi Aku sadar,
Aku bukan siapamu
Yang lebih miris
adalah ketika kita sama-sama tahu
Tapi terasa bagai
terpisah jarak
Kali ini Aku
percayakan takdir
Saat ini hati
seperti mati
Ta ada arah,
Sudah lama
rasaku,
Tapi tak bisa ku
urai
Ini seperti buta,
bisu, ataupun tuli
Rasa apa saja
akan Aku terima,
Asal jangan Kau tanya
hatiku
Karena sudah lama
Ku rasa cinta
Namun mungkin
terlalu lama ku pendam cinta,
Cinta dalam diam
–fa.
Jakarta/11/10/16
Jumat, 07 Oktober 2016
DIAM-DIAM IA JATUH
Malam ini kulihat
bulan
Sambil duduk di pangkuan
bumi
Aku bersandar
padamu, malam
Aku berdiam diri
bersamamu, malam
Sampai raut
wajahku berubah
Ketika senang itu
tenggelam
Ketika mataku
memerah, membaur dengan sepiku
Saat tetes air
tak terbendung lagi
Ku siap teteskan
air mata
Saat malam itu
aku rapuh
Seperti luka
Malamku… -fa.
Jakarta/07/10/16
Langganan:
Komentar (Atom)
ABADI
Biar ia menghilang diantara laksana embun pagi yang berkabut Barangkali kepergiannya adalah kemuliaan paling tenang Barangkali juga memang...
-
Hanya saja serpihan angin membuatku sadar betapa rasa ini harus ku tinggalkan. Langit seakan mendukung untuk kehilanganmu yang sementara ata...
-
Saya bahagia, Tapi saya bohong –fa. Jakarta/29/06/19
-
Belum ada merdeka.. Ternyata belum ada.. Semua yang ada hanya ketakutan, kelaparan Bumi terus digunjing akhir-akhir ini Kapal diberhenti...