Rabu, 07 Desember 2016
CINTA SENDIRI
Sudah menjadi tanggungan sendiri jika cinta tak terbalaskan. Ada kalanya
Tuhan akan menjawab perasaanmu nanti. Baik dengan orang yang sama atau mungkin
dengan yang lebih pantas bersamamu. Yakinlah bahwa ada kesepakatan antara
hatimu dengan Tuhanmu nantinya. Menerima atau menyiakan? Tatkala hati tak
pernah mendustai diri sendiri, namun pemikiranlah yang menggoyahkan semua.
Untukmu, Aku tunggu kehadirannya, secepatnya –fa. Jakarta/07/12/16
PATAH
Aku tidak meminta
bintang untuk bersinar kala malam
Namun, yang
semestinya
Ia tahu, bahwa
ada manusia yang sedang dilanda kelam
Kelam di bawah
malam nan gelap
Dari itu bintang
menyempatkan diri untuk datang
Mencoba memeluknya
lewat cahaya
Kau jangan
khawatir, Aku baik-baik saja
Hanya saja hatiku
patah untuk kali ini –fa.
Jakarta/07/12/16
Sabtu, 29 Oktober 2016
MENTARI
Aku bukan pelangi
yang datang sehabis hujan. Bukan pula bintang yang bersinar kala malam. Namun,
Aku adalah mentari yang tiap hari datang menemui sang langit, memberi cahaya
walau sesaat. Tetapi harus menghilang kala langit membutuhkan bulan –fa.
Jakarta/29/10/16
Minggu, 23 Oktober 2016
CEMBURU
Sudah ku lalui
jutaan detik
Sudah ku lalui
ratusan purnama
Sudah ku lalui
juga tiap lembaran hari
Perasaan yang mengancam
Jiwa yang tenang
terkadang gelisah
Kalbuku kian
menipis
Lemah jika
dibayangkan
Kini duniaku
seperti tak hidup
Aku hanya tahu
diri
Memandangmu sudah
cukup
Bahagiamu lebih
penting
Aku mudur
perlahan
Sanggupku sudah
berujung
Cemburu ini
menyiksa –fa.
Jakarta/23/10/16
Rabu, 19 Oktober 2016
JANGAN DIPAKSAKAN
Biar kebebasan
itu menyertaimu, sambil kutitipkan hatiku bersamamu. Kalau tidak bisa, biar
saja Kau lepas. Asal jangan Kau genggam tetepi malah Kau hancurkan. Perasaan
bukan untuk main-main, melainkan makna dari sebuah hidup –fa. Jakarta/19/10/16
Minggu, 16 Oktober 2016
RELAKAN
Jika kita memang
tak bersenandung
Saya relakan
sebuah kepergian
Jika kita tak
layak bersama
Saya rela
berjalan tanpa Kau
Mentari esok kan
datang
Biar Saya cari
saja bahagia
Sayang tak perlu
beralasan
Yang beralasan
tentu akan hilang
Saya tunggu Kau
bahagia
Walau kita tidak
bersama –fa.
Jakarta/16/10/16
Jumat, 14 Oktober 2016
TAK INGIN BERUBAH
Aku diam bukan
berarti Aku lemah
Aku biasa saja
bukan berarti tak memperhatikanmu
Kau tahu mengapa?
Karena Aku sadar,
Aku bukan siapamu
Kau tahu mengapa?
Karena kita hanya
berbatas sebagai teman
Kau tahu mengapa?
Karena itu Aku
takut
Takut akan
hilangnya dirimu
Kau tahu mengapa?
Karena Aku tak
ingin, rasa itu akan berubah sesaat
Hanya karena mu
mengetahuinya
Cukup Aku, jangan
orang lain
Biar saja rasaku
hilang dengan sendirinya –fa.
Jakarta/14/10/16
Selasa, 11 Oktober 2016
CINTA DALAM DIAM
Aku tak mampu
berkata, bagaimana bisa menjelaskan
Kalau saja Aku
akan mengetahuinya sendiri
Bukan maksud
untuk membohongi diri
Tapi Aku sadar,
Aku bukan siapamu
Yang lebih miris
adalah ketika kita sama-sama tahu
Tapi terasa bagai
terpisah jarak
Kali ini Aku
percayakan takdir
Saat ini hati
seperti mati
Ta ada arah,
Sudah lama
rasaku,
Tapi tak bisa ku
urai
Ini seperti buta,
bisu, ataupun tuli
Rasa apa saja
akan Aku terima,
Asal jangan Kau tanya
hatiku
Karena sudah lama
Ku rasa cinta
Namun mungkin
terlalu lama ku pendam cinta,
Cinta dalam diam
–fa.
Jakarta/11/10/16
Jumat, 07 Oktober 2016
DIAM-DIAM IA JATUH
Malam ini kulihat
bulan
Sambil duduk di pangkuan
bumi
Aku bersandar
padamu, malam
Aku berdiam diri
bersamamu, malam
Sampai raut
wajahku berubah
Ketika senang itu
tenggelam
Ketika mataku
memerah, membaur dengan sepiku
Saat tetes air
tak terbendung lagi
Ku siap teteskan
air mata
Saat malam itu
aku rapuh
Seperti luka
Malamku… -fa.
Jakarta/07/10/16
Senin, 08 Agustus 2016
MELEDEK
Kamu itu bagai
asap
Berani terbang di
hadapan saya
Tapi saat saya
ingin gapai, kamu hilang
Yaudah Saya
mundur! –fa.
Jakarta/08/08/16
Minggu, 07 Agustus 2016
HARI BAIK
Hari ini cerah, saat ku lihat langit
Awan seperti sedang berbisik
Berbisik kepada sang penerang bumi
Tak ada badai terik yang sangat
Hanya bersinar seperlunya
Tak mendung, tak juga panas
Kali ini bersahabat
Aku senang… -fa.
Jakarta/07/08/16
AKU TIDAK TAHU
Kamu itu teman
Kamu itu sahabat
Tapi selebihnya aku
gak tau
Karena baikmu
Karena lindungmu
Karena tingkahmu
Aku pikir dirimu
beda
Mungkin ini hanya
sebuah rasa
Aku juga kurang
tahu ini rasa apa
Kalau dibilang
senang, aku senang
Kalau dibilang
sayang, aku sayang
Kalau dibilang
cinta, aku gak ngerti
Tapi biar aku
saja yang tahu
Kalau kamu juga
merasakan, tolong simpan
Biar waktu yang
mengatakan –fa.
Jakarta/07/08/16
KARENA
Kopi pahit yang
panas
Udara malam
menyegarkan
Langit gelap
bagai asap
Saya suka,
Karena kopi akan
manis
Karena udara akan
hangat
Karena malam akan
terang
Kau tahu megapa?
Semua akibat
hadirmu –fa.
Jakarta/07/08/16
Minggu, 21 Februari 2016
Intro
- Blog ini dikelola oleh Feny Anggraini, nggak ada yang spesial tapi tulisan-tulisan di dalamnya dibuat berdasarkan suasana hati sendiri. Saya senang jika ada pembaca, enjoy!
Langganan:
Komentar (Atom)
ABADI
Biar ia menghilang diantara laksana embun pagi yang berkabut Barangkali kepergiannya adalah kemuliaan paling tenang Barangkali juga memang...
-
Hanya saja serpihan angin membuatku sadar betapa rasa ini harus ku tinggalkan. Langit seakan mendukung untuk kehilanganmu yang sementara ata...
-
Saya bahagia, Tapi saya bohong –fa. Jakarta/29/06/19
-
Belum ada merdeka.. Ternyata belum ada.. Semua yang ada hanya ketakutan, kelaparan Bumi terus digunjing akhir-akhir ini Kapal diberhenti...