Rabu, 31 Mei 2017

MASIH SAMA

Nyatanya Aku masih mencintai senja yang datang secara diam-diam –fa. Jakarta/31/05/17

HARAP

Sayangnya Kamu terlalu sulit tuk Aku gapai
Rasanya ingin, tapi tak mungkin
Biarlah semesta yang meng-amini setiap inginku
Barangkali Tuhan meng-iyakan –fa.
Jakarta/31/05/17

Selasa, 09 Mei 2017

JANGAN DATANG LAGI

Jangan pernah kembali lagi
Untuk sekarang, nanti, ataupun di masa depan
Nuraniku tak kuat menahan tangis
Pergilah sejauh mungkin,
Agar memoriku juga meghilang perlahan
Aku jenuh bertemu denganmu
Hanya mengiris batin
Aku mohon jangan datang lagi.. –fa.
Jakarta/09/05/17

BANTU IA MENGHILANG

Angin, binasakanlah perasaanku tentangnya
Angin, tolong bawa pergi rasa itu
Angin, hempas semuanya dari kalbu
Saya mohon…
Kisah ii terlalu berat
Cukup Saya yang mengalami, jangan yang lain
Cukup Saya, Saya mohon…
Tidakkah Tuhan sudi membantu?
Tidakkah Tuhan sudi membantu?
Bantu lupakan semua kenangan bersamanya –fa.
Jakarta/09/05/17

BAWA KEMBALI

Semesta yang indah
Lelah hati terasa pilu
Luka hati tak beralasan
Langit yang biru
Rasanya Aku tak sanggup meninggalkan rasa ini
Gelombang yang datang, Aku titipkan segala perasaanku
Bawa saja hingga hilang
Biar semua terkubur dalam lautmu
Aku ingin kembali seperti semula
Tanpa hati yang seperti ini
Hati yang rapuh –fa.
Jakarta/09/05/17

Senin, 08 Mei 2017

DIA DATANG LAGI

Malam yang indah ditemai gemerlap lampu warna-warni
Aku di sini duduk bersama rekan
Piring putih di hadapanku masih tersisa makanan
Menikmati syair-syair lantunan lagu
Berganti perlahan lagu-lagu itu
Ku tatap sekeliling nan ramai
Sesekali Aku minum segelas teh panas
Sesekali Aku lahap lagi makanan di piring putih itu
Namun seketika Aku berhenti
Saat suara itu hadir kembali setelah berbulan-bulan lalu
Selamat malam Engkau, apa kabar? –fa.
Jakarta/08/05/17

DUSTAI DIRI

Ada rasa yang tak bias diungkapkan
Ada logika yang tak bias dipikirkan
Ada sikap yang tak bias diperlihatkan
Sebegitunya cinta merampas diriku
Sampai hati rela mendustai raga
Sebegitunya cinta tega denganku
Sampai Akupun menjadi dusta pada diriku sendiri –fa.
Jakarta/08/05/17

ABADI

Biar ia menghilang diantara laksana embun pagi yang berkabut Barangkali kepergiannya adalah kemuliaan paling tenang Barangkali juga memang...